ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
"(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikrullah". Ketahuilah dengan "zikrullah" itu, tenang tenteramlah hati manusia.— Terjemahan Basmeih
Ayat ini menerangkan ciri-ciri orang-orang beriman sejati: mereka adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hati mereka menjadi tenang dan tenteram dengan mengingati Allah. Kemudian Allah menegaskan kebenaran universal bahwa dengan zikrullah (mengingati Allah) itulah hati-hati manusia mencapai ketenangan sejati. Zikrullah di sini bermakna mengingat janji Allah, rahmat-Nya, dan kebesaran-Nya.
Ayat ini turun dalam konteks menjawab keraguan orang-orang musyrik yang meminta bukti nyata (ayat mukjizat) dari Nabi Muhammad saw. Allah menunjukkan bahwa ketenangan hati sejati bukan terletak pada mukjizat lahiriah, melainkan pada iman dan zikrullah.
Ayat ini terhubung dengan ayat-ayat sebelumnya yang menceritakan tentang keraguan musyrik terhadap Nabi. Allah mengalihkan fokus dari permintaan tanda lahiriah kepada tanda batiniah yang lebih penting: ketenangan hati melalui iman dan zikrullah. Ini menunjukkan bahwa kesempurnaan iman terletak pada ketenangan jiwa, bukan pada hal-hal material.
Menurut al-Jalalayn, zikrullah bermakna mengingat janji Allah (wa'dahu). Ibn Kathir menjelaskan ayat ini dalam konteks penolakan musyrik terhadap dakwah Nabi dan permintaan mereka akan mukjizat. Allah menekankan bahwa hidayah dan ketenangan hati tidak bergantung pada mukjizat yang diminta, melainkan pada iman dan taubat kepada Allah. Imam al-Ghazali dalam perspektif tasawuf menekankan bahwa zikrullah adalah obat hati yang gelisah dan jalan menuju ketenangan spiritual sejati.
Renungi: Apakah hatimu tenang dengan zikrullah? Ketenangan sejati bukan datang dari harta, pangkat, atau hal duniawi, melainkan dari hubungan intim dengan Allah melalui mengingati-Nya. Semakin sering kita berzikir, semakin dalam iman kita, dan semakin tenang hati kita. Musyrik mencari tanda lahiriah, tetapi orang beriman mencari ketenangan batin. Mana yang lebih berharga?
- ["- Tingkatkan zikrullah dalam kehidupan harian: subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illallah, allahu akbar, istighfar, dan salawat kepada Nabi","- Sediakan waktu khusus untuk berdzikir dengan khusyu', terutama selepas solat lima waktu, agar hati benar-benar hadir","- Amalkan zikrullah dalam setiap aktiviti: ketika bangun tidur, sebelum makan, dalam perjalanan, untuk menjadikan hidup sebagai zikir kepada Allah"]
Masuk untuk tulis nota pada ayat ini.
📚Rujukan kitab tafsir (sumber)
Lihat teks asal (Arab)
قوله تعالى: (وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ) بَيَّنَ فِي مَوَاضِعَ أَنَّ اقْتِرَاحَ الْآيَاتِ عَلَى الرُّسُلِ جَهْلٌ، بَعْدَ أَنْ رَأَوْا آيَةً وَاحِدَةً تَدُلُّ عَلَى الصدق، والقائل عبد الله ابن أَبِي أُمَيَّةَ وَأَصْحَابُهُ حِينَ طَالَبُوا النَّبِيَّ ﷺ بِالْآيَاتِ. (قُلْ إِنَّ اللَّهَ) عَزَّ وَجَلَّ (يُضِلُّ مَنْ يَشاءُ) أَيْ كَمَا أَضَلَّكُمْ بَعْدَ مَا أَنْزَلَ مِنَ الْآيَاتِ وَحَرَمَكُمُ الِاسْتِدْلَالَ بِهَا يُضِلُّكُمْ عِنْدَ نُزُولِ غَيْرِهَا. (وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنابَ) أَيْ مَنْ رَجَعَ. وَالْهَاءُ فِي "إِلَيْهِ" لِلْحَقِّ، أَوْ لِلْإِسْلَامِ، أَوْ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، عَلَى تَقْدِيرِ: وَيَهْدِي إِلَى دِينِهِ وَطَاعَتِهِ مَنْ رَجَعَ إِلَيْهِ بِقَلْبِهِ. وَقِيلَ: هِيَ لِلنَّبِيِّ ﷺ. قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿الَّذِينَ آمَنُوا﴾ "الَّذِينَ" فِي مَوْضِعِ نَصْبٍ، لِأَنَّهُ مَفْعُولٌ، أَيْ يَهْدِي اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا. وَقِيلَ بدل من قول: "مَنْ أَنابَ" فَهُوَ فِي مَحَلِّ نَصْبٍ أَيْضًا. (وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ) أَيْ تَسْكُنُ وَتَسْتَأْنِسُ بِتَوْحِيدِ اللَّهِ فَتَطْمَئِنُّ، قَالَ: أَيْ وَهُمْ تَطْمَئِنُّ قلوبهم على الدوام بذكر الله بألسنتهم، قاله قَتَادَةُ: وَقَالَ مُجَاهِدٌ وَقَتَادَةُ وَغَيْرُهُمَا: بِالْقُرْآنِ. وَقَالَ سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ: بِأَمْرِهِ. مُقَاتِلٌ: بِوَعْدِهِ. ابْنُ عَبَّاسٍ: بِالْحَلِفِ بِاسْمِهِ، أَوْ تَطْمَئِنُّ بِذِكْرِ فَضْلِهِ وَإِنْعَامِهِ، كَمَا تَوْجَلُ بِذِكْرِ عَدْلِهِ وَانْتِقَامِهِ وَقَضَائِهِ. وَقِيلَ: "بِذِكْرِ اللَّهِ" أَيْ يَذْكُرُونَ اللَّهَ وَيَتَأَمَّلُونَ آيَاتِهِ فَيَعْرِفُونَ كَمَالَ قُدْرَتِهِ عَنْ بَصِيرَةٍ. (أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ) أَيْ قُلُوبُ الْمُؤْمِنِينَ. قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: هَذَا فِي الْحَلِفِ، فَإِذَا حَلَفَ خَصْمُهُ بِاللَّهِ سَكَنَ قَلْبُهُ. وَقِيلَ: "بِذِكْرِ اللَّهِ" أَيْ بِطَاعَةِ اللَّهِ. وَقِيلَ بِثَوَابِ اللَّهِ. وَقِيلَ: بِوَعْدِ اللَّهِ. وَقَالَ مُجَاهِدٌ: هُمْ أَصْحَابُ النَّبِيِّ ﷺ.