Al-Mulk · 7
67:7

إِذَآ أُلْقُوا۟ فِيهَا سَمِعُوا۟ لَهَا شَهِيقًۭا وَهِىَ تَفُورُ

Apabila mereka dicampakkan ke dalamnya, mereka mendengar suara jeritannya meraung-raung, sedang ia menggelegak.— Terjemahan Basmeih

00:00Alafasy
⚠️ Draf AI — belum disahkan ustaz. Sila semak sebelum diamalkan sepenuhnya.
📖Makna ringkas1

Apabila orang-orang kafir dicampakkan ke dalam Neraka, mereka mendengar suara jeritannya yang meraung-raung (seperti suara keledai), sedangkan Neraka itu sedang menggelegak/mendidih dengan panas yang dahsyat.

🔗Munasabah3

Ayat ini melanjutkan gambaran azab Neraka bagi orang-orang kafir yang telah disiapkan untuk mereka (ayat 6). Ia menunjukkan realiti mengerikan saat mereka memasuki Neraka—suara, panas, dan kesakitan yang tiada tara.

📚Tafsir Ulama4

Al-Jalalayn menafsir 'shahīq' sebagai suara yang aneh dan mengerikan seperti suara keledai, manakala 'tafūr' bererti mendidih. Ibn Kathir meriwayatkan dari Ibn Jarir bahwa shahīq bermaksud jerit/pekikan, dan dari al-Thawrī bahwa Neraka mendidih dengan mereka seperti bijirin kecil yang mendidih dalam air yang banyak. Kedua-dua ulama menekankan intensitas azab fizikal dan auditif yang dialami penghuni Neraka.

💜Tadabbur — renungan hati5

Allah menggambarkan Neraka seolah-olah ia makhluk hidup yang marah—ia bersuara, ia mendidih, ia bergerak. Ini bukan sekadar tempat, tetapi azab yang aktif menghukum. Renungan: Apakah kita benar-benar takut kepada Allah? Apakah kita masih lalai dengan dosa sedangkan azab Neraka begitu nyata dalam Al-Quran? Ingatlah bahwa setiap dosa membawa kita lebih dekat kepada tempat yang mengerikan ini.

Amal hari ini
  • Setiap kali mendengar sesuatu yang menakutkan, gunakan ia sebagai peringatan untuk bertaubat dan memperbaiki amalan.,- Bacalah ayat-ayat tentang Neraka dengan khusyuk, bukan hanya membaca, tetapi renungkan dan rasakan takut kepada Allah.,- Ajarkan anak-anak tentang azab Neraka dengan cara yang sesuai umur mereka, supaya mereka tumbuh dengan kesedaran akan akibat dosa.
🔖Sandaran
Tafsir al-Jalalayn - al-Suyuti & al-MahalliTafsir Ibn Kathir - Imad al-Din Ibn KathirTafsir al-Tabari (dirujuk Ibn Kathir untuk makna shahīq)
✍️Nota peribadi

Masuk untuk tulis nota pada ayat ini.

📚Rujukan kitab tafsir (sumber)
Lihat teks asal (Arab)

قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿إِذا أُلْقُوا فِيها﴾ يَعْنِي الْكُفَّارَ. (سَمِعُوا لَها شَهِيقاً) أَيْ صَوْتًا. قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: الشَّهِيقُ لِجَهَنَّمَ عِنْدَ إِلْقَاءِ الْكُفَّارِ فِيهَا، تَشْهَقُ إِلَيْهِمْ شَهْقَةَ الْبَغْلَةِ لِلشَّعِيرِ، ثُمَّ تَزْفِرُ زَفْرَةً لَا يَبْقَى أَحَدٌ إِلَّا خَافَ. وَقِيلَ: الشَّهِيقُ مِنَ الْكُفَّارِ عِنْدَ إِلْقَائِهِمْ فِي النَّارِ قَالَهُ عَطَاءٌ. وَالشَّهِيقُ فِي الصَّدْرِ، وَالزَّفِيرُ فِي الْحَلْقِ. وَقَدْ مَضَى فِي سُورَةِ "هُودٍ" [[راجع ج ٩ ص ٩٨]]. (وَهِيَ تَفُورُ) أَيْ تَغْلِي، وَمِنْهُ قَوْلُ حَسَّانَ: تركتم قدركم لا شي فيها ... وقدر القوم حامية تفور قَالَ مُجَاهِدٌ: تَفُورُ بِهِمْ كَمَا يَفُورُ الْحَبُّ الْقَلِيلُ فِي الْمَاءِ الْكَثِيرِ. وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: تَغْلِي بِهِمْ عَلَى الْمِرْجَلِ، وَهَذَا مِنْ شِدَّةِ لَهَبِ النَّارِ مِنْ شِدَّةِ الْغَضَبِ، كَمَا تَقُولُ فلان يفور غيظا.