Al-Mulk · 27
67:27

فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةًۭ سِيٓـَٔتْ وُجُوهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَقِيلَ هَٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تَدَّعُونَ

Kemudian apabila (datang kiamat dan) mereka melihat (azab) yang dijanjikan itu secara dekat, muramlah muka orang-orang yang kafir itu, serta dikatakan (kepada mereka): "Inilah dia yang dahulu kamu kerap kali minta disegerakan kedatangannya!".— Terjemahan Basmeih

00:00Alafasy
⚠️ Draf AI — belum disahkan ustaz. Sila semak sebelum diamalkan sepenuhnya.
📖Makna ringkas1

Apabila orang-orang kafir melihat azab yang dijanjikan telah tiba dengan dekat, wajah mereka menjadi hitam kelam. Malaikat berkata kepada mereka: 'Inilah azab yang dahulu kamu pinta disegerakan, kamu mendustakan kedatangannya!'

🔗Munasabah3

Ayat ini melanjutkan tema hari Kiamat dalam Surah al-Mulk. Sebelumnya Allah menerangkan tentang tanda-tanda kekuasaan Allah di langit dan bumi; di sini ditunjukkan akibat bagi mereka yang mengingkari dan mendustakan janji Allah tentang hari Akhirat.

📚Tafsir Ulama4

Al-Jalalayn: Azab ini dilihat mereka dengan dekat setelah dibangkitkan dari kubur. 'Siiʾat' bermaksud wajah mereka menjadi hitam (aswaddat). Malaikat penjaga (al-khazanah) berkata kepada mereka bahwa azab inilah yang mereka dahulu pinta disegerakan dengan mendustakan pengiriman rasul. Ini adalah hikayah hal yang dinyatakan dengan sighat al-madhi untuk menunjukkan kepastian terjadinya. Ibn Kathir: Ayat ini bagian dari konteks lebih luas tentang ketidakberdayaan orang kafir. Mereka menyembah selain Allah, mengharap pertolongan dan rezeki dari berhala-berhala itu, padahal tiada seorang pun yang dapat menolong atau memberi rezeki selain Allah. Mereka mengetahui ini namun tetap bersikap sombong, angkuh, dan menolak kebenaran.

💜Tadabbur — renungan hati5

Allah mengingatkan kita tentang realitas hari Kiamat yang pasti tiba. Orang-orang kafir dahulu mendustakan dan meminta azab disegerakan dengan ejekan—seolah-olah tidak percaya. Namun ketika benar-benar melihatnya, wajah mereka berubah hitam, penuh penyesalan. Ini adalah peringatan bagi kita: jangan bersikap sombong terhadap janji Allah, jangan menunda-nunda taubat dengan alasan 'masih ada waktu'. Setiap hari kita mendekat ke Hari Itu. Apakah kita sedang mempersiapkan diri atau malah mendustakan seperti mereka?

Amal hari ini
  • Renungkan setiap pagi: 'Hari ini mungkin hari terakhirku'—ini akan mengubah prioritas hidup kita dari dunia semata ke akhirat.,- Jangan menunda taubat dan amalan baik dengan alasan 'nanti dulu'—setiap saat adalah kesempatan yang tidak tahu kapan berakhir.,- Ajarkan anak-anak tentang hari Kiamat bukan untuk menakutkan, tetapi untuk membangun kesadaran bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan.
🔖Sandaran
Tafsir al-Jalalayn - al-Suyuti & al-Mahalli, Surah al-Mulk ayat 27Tafsir Ibn Kathir - Ibn Kathir al-Qurashi, Surah al-Mulk ayat 27Fiqh Mazhab Syafie: Akidah tentang Hari Kiamat mengikut Ash'ari
✍️Nota peribadi

Masuk untuk tulis nota pada ayat ini.

📚Rujukan kitab tafsir (sumber)
Lihat teks asal (Arab)

قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً﴾ مَصْدَرٌ بِمَعْنَى مُزْدَلَفًا أَيْ قَرِيبًا، قَالَهُ مُجَاهِدٌ. الْحَسَنُ عِيَانًا. وَأَكْثَرُ الْمُفَسِّرِينَ عَلَى أَنَّ الْمَعْنَى: فَلَمَّا رَأَوْهُ يَعْنِي الْعَذَابَ، وَهُوَ عَذَابُ الْآخِرَةِ. وَقَالَ مُجَاهِدٌ: يَعْنِي عَذَابَ بَدْرٍ. وَقِيلَ: أَيْ رَأَوْا مَا وُعِدُوا مِنَ الْحَشْرِ قَرِيبًا مِنْهُمْ. وَدَلَّ عَلَيْهِ تُحْشَرُونَ. وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: لَمَّا رَأَوْا عَمَلَهُمُ السَّيِّئَ قَرِيبًا. (سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا) أَيْ فُعِلَ بِهَا السُّوءُ. وَقَالَ الزَّجَّاجُ: تَبَيَّنَ فِيهَا السُّوءُ أَيْ سَاءَهُمْ ذَلِكَ الْعَذَابُ وَظَهَرَ عَلَى وُجُوهِهِمْ سِمَةٌ تَدُلُّ عَلَى كُفْرِهِمْ، كَقَوْلِهِ تَعَالَى: يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ [[راجع ج ٤ ص ١٦٦]] [آل عمران: ١٠٦]. وَقَرَأَ نَافِعٌ وَابْنُ مُحَيْصِنٍ وَابْنُ عَامِرٍ وَالْكِسَائِيُّ "سُئَتْ" بِإِشْمَامِ الضَّمِّ. وَكَسَرَ الْبَاقُونَ بِغَيْرِ إِشْمَامٍ طَلَبًا لِلْخِفَّةِ. وَمَنْ ضَمَّ لَاحَظَ الْأَصْلَ. (وَقِيلَ هذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَ) قَالَ الْفَرَّاءُ: تَدَّعُونَ تَفْتَعِلُونَ مِنَ الدُّعَاءِ وَهُوَ قَوْلُ أَكْثَرِ العلماء أي تتمنون وتسألون. وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: تَكْذِبُونَ، وَتَأْوِيلُهُ: هَذَا الَّذِي كُنْتُمْ مِنْ أَجْلِهِ تَدَّعُونَ الْأَبَاطِيلَ وَالْأَحَادِيثَ، قَالَهُ الزَّجَّاجُ. وَقِرَاءَةُ الْعَامَّةِ تَدَّعُونَ بِالتَّشْدِيدِ، وَتَأْوِيلُهُ مَا ذَكَرْنَاهُ. وَقَرَأَ قَتَادَةُ وَابْنُ أَبِي إِسْحَاقَ وَالضَّحَّاكُ وَيَعْقُوبُ "تَدْعُونَ" مُخَفَّفَةً. قَالَ قَتَادَةُ: هُوَ قَوْلُهُمْ رَبَّنا عَجِّلْ لَنا قِطَّنا [[راجع ج ١٥ ص (١٥٧)]] [ص: ١٦]. وَقَالَ الضَّحَّاكُ: هُوَ قَوْلُهُمْ اللَّهُمَّ إِنْ كانَ هَذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنا حِجارَةً مِنَ السَّماءِ [[راجع ج ٧ ص (٣٩٨)]] [الأنفال: ٣٢] الْآيَةَ. وَقَالَ أَبُو الْعَبَّاسِ: تَدَّعُونَ تَسْتَعْجِلُونَ، يُقَالُ: دَعَوْتُ بِكَذَا إِذَا طَلَبْتُهُ، وَادَّعَيْتُ افْتَعَلْتُ مِنْهُ. النَّحَّاسُ: تَدَّعُونَ وَتَدْعُونَ "بِمَعْنًى وَاحِدٍ، كَمَا يُقَالُ: قدر واقتدر، وعدي واعتدى، إلا أن في" أفتعل "معنى شي بعد شي، و" فعل" يقع على القليل والكثير.