Al-Mulk · 21
67:21

أَمَّنْ هَٰذَا ٱلَّذِى يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُۥ ۚ بَل لَّجُّوا۟ فِى عُتُوٍّۢ وَنُفُورٍ

Atau siapa dia yang dapat memberi rezeki kepada kamu jika Allah menahan rezekiNya? (Tidak ada sesiapapun), bahkan mereka (yang musyrik itu) kekal terus dalam keadaan sombong angkuh serta melarikan diri (dari kebenaran).— Terjemahan Basmeih

00:00Alafasy
⚠️ Draf AI — belum disahkan ustaz. Sila semak sebelum diamalkan sepenuhnya.
📖Makna ringkas1

Allah bertanya kepada manusia: siapa yang dapat memberi rezeki kepada kamu jika Allah menahan rezekiNya? Tiada sesiapa. Namun mereka yang musyrik tetap bersikap sombong, angkuh, dan menolak kebenaran.

🔗Munasabah3

Ayat ini melanjutkan tema Surah al-Mulk tentang kuasa mutlak Allah. Sebelumnya Allah menyebut tentang kekuasaanNya menciptakan langit berlapis; di sini Allah mengingatkan bahwa rezeki juga hanya dari Allah semata. Ini untuk menunjukkan kelemahan berhala dan tuhan-tuhan palsu yang disembah musyrik.

📚Tafsir Ulama4

Al-Jalalayn menerangkan: jika Allah menahan hujan (rezeki), tiada sesiapa yang dapat memberikannya kepada kamu. Jawapan syarat tersebut tersirat dari konteks: tiada pemberi rezeki selain Allah. Mereka (musyrik) terus menerus dalam kesombongan dan penolakan terhadap kebenaran. Ibn Kathir menambah: Allah menegur musyrik yang menyembah selain Allah sambil mengharap bantuan dan rezeki dari berhala mereka, padahal hanya Allah yang memberi, mencegah, menciptakan, dan menolong. Mereka mengetahui ini, namun tetap bersikap angkuh (ʿutuww) dan berpaling (nufūr) dari kebenaran, tidak mendengar dan tidak mengikuti.

💜Tadabbur — renungan hati5

Renungan: Allah mengingatkan kita bahawa rezeki adalah hak mutlak Allah semata. Tidak ada perantara, tidak ada berhala, tidak ada manusia yang dapat memberikan atau menahan rezeki kecuali Allah. Dalam kehidupan kita, kadang kita lupa dan bergantung pada orang, pekerjaan, atau harta seolah-olah itu adalah pemberi rezeki. Padahal semua itu hanya wasilah. Kesombongan (ʿutuww) dan penolakan (nufūr) terhadap kebenaran ini adalah penyakit hati yang membuat manusia tersesat. Kita diminta untuk merendahkan diri, mengakui ketergantungan kepada Allah, dan terbuka menerima kebenaran.

Amal hari ini
  • Setiap kali menerima rezeki (gaji, makanan, bantuan), ucapkan syukur kepada Allah dengan hati yang tulus, bukan kepada manusia atau keberuntungan semata.,- Jika merasa khawatir tentang rezeki, ingat ayat ini dan berdoa kepada Allah dengan penuh harapan, bukan bergantung sepenuhnya pada usaha tanpa tawakal.,- Hindari sikap sombong (ʿutuww) ketika rezeki melimpah; ingat bahawa itu adalah ujian, dan bersikaplah rendah hati serta murah hati kepada yang membutuhkan.
🔖Sandaran
Tafsir al-Jalalayn - al-Jalalayn (Imam Jalal al-Din al-Mahalli & Imam Jalal al-Din al-Suyuti)Tafsir Ibn Kathir - Ibn Kathir (Imad al-Din Abi al-Fida Ismail ibn Kathir al-Qurashi)
✍️Nota peribadi

Masuk untuk tulis nota pada ayat ini.

📚Rujukan kitab tafsir (sumber)
Lihat teks asal (Arab)

قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿أَمَّنْ هذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ﴾ أَيْ يُعْطِيكُمْ مَنَافِعَ الدُّنْيَا. وَقِيلَ الْمَطَرُ مِنْ آلِهَتِكُمْ. (إِنْ أَمْسَكَ) يَعْنِي اللَّهُ تَعَالَى رِزْقَهُ. (بَلْ لَجُّوا) أَيْ تَمَادَوْا وَأَصَرُّوا. (فِي عُتُوٍّ) طُغْيَانٍ (وَنُفُورٍ) عَنِ الْحَقِّ.